MUKJIZAT AL-QUR'AN (PRESPEKTIF ANGKA)


MAKALAH STUDI AL-QUR’AN

MUKJIZAT  AL-QUR’AN
(PERSPEKTIF  ANGKA)


                     Disusun Oleh :
Siska Mihatul Hasanah
(B75219078)

Dosen :
Prof. Dr. KH. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Ati’ Nursyafa’ah M.KOM.I


ILMU KOMUNIKASI
UIN SUNAN AMPEL SURABAYA
2019


KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, taufik, serta hidayahnya kepada saya, sehingga saya bisa menyelesaikan laporan makalah yang berjudul Mukjizat Al Qur’an dalam Perspektif Angka.
Rasa terima kasih juga saya ucapkan kepada Dosen Pengampu dan Asisten Dosen yan memberikan bimbingan sehingga makalah ini dapat tersusun.       
Besar harapan saya, semoga makalah ini bisa diterima dan memberi pengetahuan yang bermanfaat bagi yang membacanya, maupun penulisnya.
Karena keterbatasan pengetahuan yang saya miliki. saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca, agar saya bisa memperbaiki makalah saya ini untuk menjadi lebih baik lagi.
Surabaya, 20 Agustus 2019





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................ii
BAB I
MUKJIZAT AL-QUR’AN....................................................................1
BAB II
A.    Pengertian Mukjizat...................................................................2
B.     Keseimbangan Jumlah Kata......................................................3
1.      Antonim dan Sinonim...............................................................6
2.      Menunjuk Kepada Akibat.........................................................7
3.      Bilangan Kata Pada Penyebab..................................................7
C.    Keseimbangan Khusus................................................................8
D.    Ayat Tentang Kiblat dan Sholat..............................................10

BAB III

KESIMPULAN....................................................................................19
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................21


BAB I
MUKJIZAT AL-QUR’AN

Manusia seperti halnya dengan makhluk yang lain berada dalam pemeliharaan Allah sejak kelahiran hingga kematiannya. Setiap makhluk dibimbing oleh suatu sistem khusus menuju suatu tujuan yang telah di tentukan. Semua perbuatan buruk yang dilakukan manusia ternyata bersumber dari manusianya sendiri yang mempunyai akal dan kemampuan untuk membedakan yang baik dan yang buruk akibat egoisme, kerakusan dan hawa nafsu. Oleh karena itu, Allah SWT mengajarkan perintah perintah-Nya kepada hamba hamba pilihan melalui wahyu dan menugaskan mereka untuk menindak lanjuti.
Bila dukungan Allah kepada rasul terdahulu berbentuk ayat ayat kauniyah yang memukau mata dan tidak ada jalan bagi akal untuk menentangnya. Pada masakejayaan ilmu pengetahuan ini, berbentuk mukjizat ‘aqliyah, mukjizat yang bersifat rasional. Mukjizat tersebut adalah Al Qur’an dengan segala ilmu dan pengetahuan yang dikandungnya serta beritanya tentang masa lalu dan masa yang akan datang.[1]



BAB II

A.    Pengertian Mukjizat

Menurut bahasa kata mukjizat berasal dari kata i’jaz yang terambil dari kata kerja a’jaza-yu’jizu yang berarti melemahkan atau menjadikan tidak mampu. Sedangkan dalam KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ) mukjizat memiiki arti kejadian ( peristiwa ) ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia. Dengan redaksi yang berbeda, mukjizat  didefinisikan pula sebagai suatu yang luar biasa yang dipeliharakan pula sebagai suatu yang luar biasa yang diperlihatkan Allah SWT melaluipara Nabi Dan Rasul-Nya sebagai bukti atas kebesaran pengakuan kenabian dan kerasulnya.
Secara garis besar kemukjizatan Al Qur’an memiliki beberapa perspektif, diantaranya : Perspektif Angka, perspektif Bahasa, dan Perspektif isi.
Dalam buku Tekstualitas Al-Qur’an terdapat kesimpulan bahwa:
“Tujuh puluh ribu empat ratus lima puluh ilmu, sesuai dengan jumlah kata-kata Al-Qur’an yang dikalikan empat. Sebagian uklama salaf mengatakan: setiap kata mempunyai (makna) lahir, batin, ujung, dan permulamaan. Ini ketentuan umum diluar struktur dan koherensinya. Dalam hal ini, hanya Allah ‘azza wa jalla saja yang mengetahui jumlahnya.”[2]
            Al Qur’an adalah sebuah mukjizat yang berbeda dengan mukjizat-mukjizat para Rasul sebelum Rasulullah Muhammad SAW, karena mukjizat para Rasul sebelumnya berakhir dengan wafatnya para Rasul, sedangkan Al Qur’an adalah mukjizat yang kekal abadi untuk selamanya, tidak akan musnah bersamaan dengan wafatnya seorang Rasul yang menerimanya, sebagaimana Al Qur’an berisi kisah tentang keadaan (kondisi) para Rasul terdahulu. Al Qur’an adalah mukjizat yang memberikan banyak peluang bagi akal fikiran dan hati, dia juga memberi khitab kepada fitrah manusia sepanjang masa dan tempat.
            Berbicara tentang mukjizat Al Qur’an tentunya tidak akan ada habisnya. Mulai dari gaya bahasanya, susunan kalimat, hukum ilahi, ketelitian redaksinya, hingga berita tentang masalah ghaib. Tentunya, mukjizat-mukjizat tersebut tentunya untuk membuktikan kepada manusia bahwa Al Qur’an merupakan kitab yang berar.
B.     Keseimbangan Jumlah Kata dengan Sinonimnya, Antonimnya, Kata dan Akibatnya
Al Qur’an adalah kitab yang sangat luar biasa kitab yang diturunkan Allah SWT  kepada Nabi Muhammad ini memiliki banyak sekali keistimewaan yang tidak dapat dibandingkan dengan kitab kitab terdahulu. Selain memiliki bahasa yang indah, Al Qur’an juga memiliki jawaban dari setiap pertanyaan yang belum terjawab sebelumnya. Didalamnya juga banyak terdapat fakta yang membuktikan kebenaran akan hal yang sebelumnya masih kabu.
Jika kita membahas keunikan Al Qur’an secara rinci, tentunya tidak akan ada kertas di dunia ini yang dapat menampungnya. Selain itu Al Qur’an adalah kitab suci yang penuh dengan keajaiban. Di dalamnya terdapat banyak informasi tentang ilmu pengetahuan yang sampai berabad-abad beru bisa dikembangkan karena pemikian manusia dan alat yang saat itu masih belum memadai. Hal ini tentu membuktikan bahwa Al Qur’an bukanlah hal intelegasi manusia pada zaman itu.
Mukjizat bukan hanya umtuk melemahkan kekuatan maupun kemampuan mereka, tetapi dimaksudkan agar mereka percaya terhadap pesan dan ajaran yang dibawanya, dan percaya. Dengan begitu para manusia mengerti, dan tidak ada alasan untuk tidak mengikuti ajarannya

Para ulama sangat kesulitandalam membeberkan keseluruhan mukjizat yang ada di dalamnya. Oleh karena itu mereka membagi menjadi beberapa bidang :
1.      Berita berita kebenaran di masa yang akan datang
2.      Bidang kesusatraan.
3.      Bidang tasyrie’ : penentuan hukum, sosial maupun jinayah (kesalahan)
4.      Bidang keilmuan[4]


Ayat ayat Al Qur’an yang menjelaskan bahwa Al Qur’an adalah mukjizat :
وَقَالُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَات مِنْ رَبِّهِ ۖ قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ
Dan orang-orang kafir Mekah berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata".
( QS.Al-Ankabut[29]:50)

أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ۚ
 إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَىٰ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُون
(Dan apakah tidak cukup bagi mereka) apa yang mereka minta itu (bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Alkitab) Alquran (sedangkan dia dibacakan kepada mereka?) Alquran adalah mukjizat yang terus-menerus dan tiada habis-habisnya, berbeda dengan mukjizat-mukjizat lainnya yang telah disebutkan tadi. (Sesungguhnya dalam hal ini) yakni Alquran (terdapat rahmat dan pelajaran) nasihat (bagi orang-orang yang beriman). ( QS.Al-'Ankabut [29]:51)
1.      Keseimbangan jumlah kata dengan antonim dan sinonimnya

Beberapa contoh antonim diantaranya :
a.       Kata “al-dunya” (dunia) dan “al-akhirah” (akhirat) disebutkan sebanyak 115 kali.
b.      Kata “ak-israf” (mubazir) dan “ al-sur’ah” (hemat) disebutkan sebanyak 23 kali.
c.       Kata “malaikat” (malaikat) dan “al-syayathin” (setan) disebut sebanyak 88 kali.
d.      Kata “al-sulthan” (kekuasaan) dan “al-nifaq” (pemberian) disebut sebanyak 37 kali.
e.       Kata “al-harr” (panas) dan “al-harb” (dingin) disebut sebanyak  4 kali.
f.       Kata “al-hayat” (hidup) dan “al-maut” (mati) disebut sebanyak 145 kali.
g.      Kata “al-sayyiat” (dosa) dan “al-shalihat” (baik/sholeh) disebut sebanyak 180 kali.[6]
h.      Kata “an-naf” (manfaat) dan “al-madharah” (mudarat) disebut sebanyak 50 kali.
i.        Kata “ash-shalihat” (kebajikan) dan “as-sayyi’at” (keburukan) disebut sebanyak 167 kali.
j.        Kata “ath-Thuma’ninah” (kelapangan/keterangan) dan “al-dhia” (kesempitan/kekesalan) disebutkan sebanyak 13kali.
k.      Kata “ar-rahbah” (cems/takut) dan “ar-raghbah” (harap/ingin) disebutkan sebanyak 8 kali.
l.        Kata “al-kufr” (kekufuran) dan “al-iman” (iman) dalam bentuk definite, disebutkan sebanyak 17 kali.

Beberapa contoh sinonimnya diantara :
a.       Kata “al-harts” (membajak) dan “ al-zira’ah” (bertani) disebut sebanyak 14 kali.
b.      Kata “al-‘ushb” (membanggakan diri) dan “al-dhurur” (angkuh) disebutkan sebanyak 27 kali.
c.       Kata “al qur’an” (al qur’an) “al wahyu” (wahyu) dan “al islam” (islam) disebutkan sebanyak 70 kali.
d.      Kata “al-jahr” dan “al-‘alaniyah” (nyata) disebutkan sebanyak 16 kali.

2.      Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjukkan kepada akibatnya.

a.       Kata “Al-infaq” (infaq) dengan “ar-ridha” (kerelaan) masing-masing 73 kali
b.      Kata “al-bukhl” (kekikiran) dengan “al-hasarah” (penyesalan) masing-masing 12 kali
c.       Kata “al-kafirun” (orang orang kafir) dengan “an-nar”/”al-ahraq” (neraka/pembakaran) masing- masing 154 kali.
d.      Kata “az-zakah” (zakat/penyucian) dengan “al-barakat” (kebijakan yang banyak) masing-masing 32 kali.
e.       Kata “al-fahisyah” (kekejian) dengan “al-ghadhb” (murka) masing-masing 26 kali.

3.      Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya.

a.       Kata “al-israf” (pemborosan) dengan “as-sur’ah” (ketergesaan) masing-masing 23 kali
b.      Kata “al-maq’izhah” (nasib/petuah) dengan “al-ihsan” (lidah) masing;masing 25 kali.
c.       Kata “al-asra” (tawanan) dengan “al-harb” (perang) masing-masing 6 kali
d.      Kata “as-salam” (kedamaian) dengan “at-hayyibat”(kebijakan) masng- masing 60 kali.

C.    Keseimbangan Khusus: Yaum, Kiblat, dan Shalat

Selain keseimbang antonimnya, sinonimnya, dan jumlah kata dengan akhibatnya didalam Al-Qur’an juga ditemukan keseimbangan khusus. Keseimbangan inidiungkapkan dalam

1.      Kata “Yawm” (hari)dalam bentuk tunggal sejumlah 365 kali, sebanyak hari-hari dalam setahun. Sedangkan kata hari yang menunjuk kepada bentuk plurar (ayyam) atau dua (yawmayni), jumlsh keseluruhannya hanya 30, sama dengan jumlah hari dalam seblan. Disisi lain, katayang berarti “bulan” (syahr) hanya terdapat dua belas kali, sama dengan jumlah bulan dalam setahun.
2.      Kata yang menerangkan tentang kiblat dalam Al-Qur’an disebut sebanyak tujuh kali, sebanyak jumlah thawaf dalam ibadah haji.
3.      Kata aqimu yang diikuti kata shalat sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah Raka’at  sholat fardhu/wajib.[7]







D.    Ayat-ayat di dalam Al-Qur’an yang menerangkan tentang kiblat dan sholat:

Ayat-ayat Al-Qur’an yang menerangkan tentang kiblat

۞ سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلَّاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا ۚ قُلْ لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ 
Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki Nya ke jalan yang lurus". (QS.Al-Baqarah[02]:142)
قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ 

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah bnar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.(QS. Al-Baqarah [02]: 144)

Ayat ayat Al-Qur’an yang menerangkan tentang sholat

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'. (QS.Al-Baqarah[2]:43)


وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَبَصِيرٌ

Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.(QS.Al-Baqarah[02]:110)

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا
 وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ


Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.(QS.Ali Imran[3]:83)

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللَّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً ۚ وَقَالُوا رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَ لَوْلَا أَخَّرْتَنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ ۗ قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلً
ا
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.
(QS.An-Nisa’[4]:77)


فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتً  
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang  beriman.(QS.An-Nisa[4]:103)

وَأَنْ أَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَاتَّقُوهُ ۚ وَهُوَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Dan agar mendirikan sembahyang serta bertakwa kepada-Nya". Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.(QS.Al-An’am[6]:72)

وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ وَأَخِيهِ أَنْ تَبَوَّآ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: "Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman" (QS.Yunus[10]:87)

قَالُوا أَجِئْتَنَا لِتَلْفِتَنَا عَمَّا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا وَتَكُونَ لَكُمَا الْكِبْرِيَاءُ فِي الْأَرْضِ وَمَا نَحْنُ لَكُمَا بِمُؤْمِنِينَ
Arab- Mereka berkata: "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya, dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua".(QS.Yunus[10]:78)

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).(QS.Al-isra’[17]:78)

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.(QS.Ta Ha[20]:14)

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.(QS.An-Nur[24]:56)

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ 
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS.Al-Ankabut[29]:45)

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,(QS.Ar-Rum[30]:30).



وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakandiri.(QS.Luqman[31]:18)


أَأَشْفَقْتُمْ أَنْ تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيْ نَجْوَاكُمْ صَدَقَاتٍ ۚ فَإِذْ لَمْ تَفْعَلُوا وَتَابَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
 Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yangkamukerjakan.(QS.Al-Mujadillah[58]:13)

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ ۚ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ ۚ عَلِمَ أَنْ سَيَكُونُ مِنْكُمْ مَرْضَىٰ ۙ وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ ۙ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ ۚ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا ۚ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS.Al-Muzammil[73]:20)




























BAB III
KESIMPULAN

            Dalam tulisan ini hanya memuat fakta umum yang membuktikan mukjizat Al Qur’an dalam perspektif angka, dalam tulisan ini sengaja tidak memuat fakta yang lebih kompleks karena untuk memudahkan pemahaman bagi orang yang belum begitu memahami seluk beluk Al Qur’an secara rinci.
            Namun dari pernyataan pernyataan yang sudah saya jabarkan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa, mukjizat Al Qur’an tidak hanya ada dalam keindahan bahasa dan isi kandungannya saja. Namun, juga memiliki mukjizatdalam perspektif angkayang dapat mengagumkan dan menarik untuk diteliti lebih lanjut. Tentunya sudah banyak buku yang menjelaskan tentang keistimewaan Al Qur’an dan sudah banyak orang yang berbondong bondong meneliti Al Qur’an. Hingga kita bisa mengetahui rahasia-rahasia unik dibalik sistematika Al Qur’an.
            Oleh karena itu, kita sebagai muslim seharusnya tidak cukup apabila hanya membaca Al Qur’an tanpa mempelajari isi dan kandungan ayat didalamnya. Ada banyak pelajaran di dalam Al Qur’an yang dapat kita jadikan pedoman hidup. Selain itu, dengan memahami isi Al Qur’an kita dapat ikut menjaga kemurniannya. Seharusnya kita malu dengan orang-orang non muslim yang mempunyai keinginan mempelajari Al Qur’an secara mendalam, meskipun mereka mempelajari Al Qur’an hanya untuk mencari celah untuk menjatuhkan umat muslim.

























DAFTAR PUSTAKA
Al-Qattan, Manna Khalil. Study Ilmu  Ilmu Qur’an.  Bogor: Litera AntarNusa, 2026.

An-Najdi, Abu Zahra’. Al-Quran dan Rahasia          Angka Angka. Bandung: Pustaka Hidayah,1990.

Anwar, Rosihon. Ulum Al-Qur’an. Bandung: CV     Pustaka Setia, 2017.

Hamid, Shalahuddin. Study Ulumul Quran. Jakarta Timur:   PT Intermedia Ciptanusantara

UINSA Prees. Study Al-Qur’an. Surabaya: SAP, 2014.

Zaid, Nasr HamidAbu.  Tekstualitas Al-Qur’an.        Yogyakarta: IRCiSoD, 2016.



[1] Manna’ Khalil Al-Qattan, Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, Bogor, Litera AntarNusa, 2016,  cet.  ke-3, 370
[2] Nasr Hamid Abu Zaid, Tekstualitas Al-Qur’an, Yogyakarta: IRCiSoD, 2016 , cet. Ke1, hlm 46
[3] Achmad Zuhdi dkk, Studi Al-Qur’an, Surabaya: UIN Sunan Ampel Press,2014, cet. Ke4,  hlm 107
[4] Shalahuddin Hamid, Study Ulumul Qur’an, Jakarta Timur, PT Intermedia Ciptanusantara, Cet. 141, hlm 170-171
[5] Abu Zahra’ An-Najdi, Al-Quran dan Rahasia Angka Angka, Bandung, Pustaka Hidayah, 1990,  Cet. Ke 1,  hlm 18
[6] Abu Zahra’ An-Najdi, Al-Quran dan Rahasia Angka Angka , Bandung, Pustaka Hidayah, 1990,  Cet. Ke 1, hlm  69-70
[7] Rosihon Anwar, Ulumul Al-Quran, Bandung, CV Pustaka Setia, 2017, cet. ke7, hlm 196-197




Komentar

  1. materinya sangat bermanfaat terimakasih kak.

    BalasHapus
  2. Masya allah, makasih banyak ya telah membagi ilmu kepada kita para pembaca. semoga bermanfaat :)🌈

    BalasHapus
  3. Masya allah, makasih banyak ya telah membagi ilmu kepada kita para pembaca. semoga bermanfaat :)🌈

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah dapat ilmu dan pengetahuan baru semoga bisa bermanfaat bagi semuanya aminn semangat yorobun.. :)

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah dapat ilmu yang bermanfaat.terima kasih atas materi nya ....

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah, terimakasih sudah sharing ilmunya semoga bermanfaat bagi pembaca

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Great post! Makalah ini sangat bagus dan menarik, semoga bermanfaat bagi penulis dan pembacanya insya Allah. Terimakasih

    BalasHapus
  9. mashaallah, dengan makalah ini saya dapat memahami dengan jelas tentang mukjizat al quran

    BalasHapus
  10. subhanallah sangattt bermanfaat bagi sayaaa semogaa kedepannya lebih baik lagi aamiin aamiin aamiin

    BalasHapus
  11. Barakallah...terima kasih atas ilmunya ..sangat bermanfaat..semoga bisa memgunggah materi yang lain

    BalasHapus
  12. Terimakasih telah dibuat kan artikel ini, sangat membantu sekali. dan bahasa yang digunakan dalam artikel ini mudah dipahami. makasi lagi :D

    BalasHapus
  13. alhamdulillah sangat baik dan tentunya sangat bermanfaat bagi para pembaca

    BalasHapus
  14. Alhamdulillah, InsyaAllah dapat menambah ilmu bagi pembaca, semoga dapat bermanfaat juga

    BalasHapus
  15. Terimakasih atas ilmu yang diberikan semoga membawa manfaat sering sering post lgi ya kak, ditunggu next postnya :))))

    BalasHapus
  16. Makalanya cukup baik dan semoga makala ini bermanfaat bagi saya dan orang lain amin

    BalasHapus
  17. Sangat membantu sekali, Makasih sudah berbagi~~

    BalasHapus
  18. Alhamdulillah tulisannya mudah dipahami, dan bisa jadi bahan belajar saya, terimakasih:)

    BalasHapus
  19. Subhanallah...
    Sangat memberikan tambahan ilmu untuk saya .
    Hehehehe btw sedikit tambahan dari saya ada yang typo...
    Semoga sering memberikan banyak ilmu lagi.
    Terimakasih ya ....

    BalasHapus
  20. Makasiih yaa materinya, sangat membantu sekali untuk mengerjakan tugas saya.

    BalasHapus
  21. masyaallah sangat membantu , banyak pelajaran baru yg bisa saya peroleh dari makalah tersebut, terima kasih.

    BalasHapus
  22. makasih sudah sharing ilmunya, semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
  23. Terimakasih, ini sangat membantu wawasan pengetahuan saya:)

    BalasHapus
  24. Alhamdulillah sangat membantu materinya,dan semoga bermanfaat bagi yang lainya.

    BalasHapus
  25. Alhamdulillah sangat membantu dan cukup bagus semoga bermanfaat untuk semua

    BalasHapus
  26. Luar biasa, Alhamdulillah dapat tambahan ilmu yg luar biasa. Buat bahan pembelajaran juga mantap. Terimakasih kakak. .

    BalasHapus
  27. Hebatt,, kata-katanya Sangat baik dan mudah dipahami semoga berkah

    BalasHapus
  28. Sudah bagus tapi perlu dibenahi lagi. Daftar Pustaka, penyusunan penulisan arti sebuah ayat, footnote

    BalasHapus
  29. Koreksi dikit.
    Buat rulernya ada yg ngga tepat, kemudian kelihatan banget kalo kamu kopas..
    Yahh sangat bermanfaat juga materinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf tetapi saya tidak kopas ya saya mencari referensi dari buku tersebut

      Hapus
    2. Tetapi terima kasih atas kritik dan sarannya

      Hapus
    3. Untuk masalah referensi memang materi ini susah mendapatkan referensi:)

      Hapus
  30. Sangat bermanfaat sekali materinya, semoga ilmu yang disampaikan menjadi العلم مفيد في الدنيا والاخرة( ilmu yang bermanfaat di dunia dan akhirat)

    BalasHapus
  31. Ilmunya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang membaca makalah tsb

    BalasHapus
  32. MasyaAllah makalahnya sangat bagus, mudah dipahami, dapat menambah wawasan para pembaca

    BalasHapus
  33. Terimakasih yaa sudah mau berbagi ilmu, bahasanya mudah dipahami dan ringan sekali

    BalasHapus
  34. Alhamdulillah bertmbah ilmu saya dan semoga ilmu yang kamu share bermabfaat bagi orang lain juga yaa trimakasii ♥

    BalasHapus
  35. Alhamdulillah bertambah ilmu saya semoga bermanfaat bagi semua orang terima kssih ya

    BalasHapus
  36. Alhamdulillah semoga informasi yg saudara sampaikan dapat menjadi manfaat bagi orang banyak

    BalasHapus
  37. Subhanallah, dari karya Anda, Saya mendapatkan tambahan ilmu yang berharga

    BalasHapus
  38. Alhamdulillah, semoga ilmunya barokah dan bermanfaat bagi orang lain juga🙏

    BalasHapus
  39. جيد جدا :) .... نأمل أن تلد أعمال مكتوبة جيدة وحقيقية. انتظار الورقة التالية

    BalasHapus
  40. Masyaallah semoga ilmunya bisa bermanfaat buat orang lain aamiin

    BalasHapus
  41. MasyaAllah semoga menjadi sesuatu yang bermanfaat

    BalasHapus
  42. Ma syaa allah, terima kasih telah membagi ilmu & pengetahuan tentang mukjizat al quran kepada pembaca sekalian, semoga bermanfaat

    BalasHapus
  43. Alhamdulillah ilmunya semoga bermanfaat bagi yang lainnya

    BalasHapus
  44. masyaAllah, terima kasih sudah membagikan ilmunya semoga bermanfaat bagi kita semua

    BalasHapus
  45. Terima kasih Kaka sharing nya 🤗

    BalasHapus
  46. Alhamdulillah, makasih kak , semoga ilmunya bermanfaat, serta diberi keberkahan ilmunya

    BalasHapus
  47. Sebelumnya terimakasih, semoga ilmu ini bisa bermanfaat bagi kita semua yang membacanya.

    BalasHapus
  48. Memberikan ilmu yang sangat menarik, sangat bagus. Menambah wawasan tentang ilmu Al-Qur'an💜💜

    BalasHapus
  49. Terima kasih, menambah ilmu baru dan semoga bermanfaat ilmunya bagi yang lainnya juga

    BalasHapus
  50. Materi nya membantu dan sangat bermanfaat

    BalasHapus
  51. Artikel yang bermanfaat sekali

    BalasHapus
  52. MasyaAllah, semoga menjadi ladang pahala bagi penulis karena telah membagi ilmunya melalui artikel ini. Aamiin

    BalasHapus
  53. Mahasih kak atas ilmunya..aq jadi lebih paham lagi tentang mukjizat al qur'an..

    BalasHapus
  54. Mahasih kak atas ilmunya..aq jadi lebih paham lagi tentang mukjizat al qur'an..

    BalasHapus
  55. آمل أن يكون المقال مفيدًا ، وآمل أن يكون أولئك الذين يقرأون قد حصلوا على المعرفة ، قد وصلوا إلى المقالة المثالية

    BalasHapus

  56. آمل أن يكون المقال مفيدًا ، وآمل أن يكون أولئك الذين يقرأون قد حصلوا على المعرفة ، قد وصلوا إلى المقالة المثالية

    BalasHapus
  57. sangat bermanfaat, terimakasih sudah membagikan ilmunya kak, smoga berkah untuk kita semua

    BalasHapus
  58. Sangat bermanfaat bagi pembaca, ditunggu karya selanjutnya, sukses selalu kak

    BalasHapus
  59. Masyaallah, Alhamdulillah makasih kak telah menuliskan artikel ini, aku jadi ngerti mu'jizat Al Qur'an. Sehat selalu kak.

    BalasHapus
  60. sangat bermanfaat, terima kasih banyak mbak siska

    BalasHapus
  61. Alhamdulillah dengan ini dapat menambah wawasan dan memperdalam ilmu terimakasih

    BalasHapus
  62. Alhamdulillah sangat bermanfaat

    BalasHapus
  63. Artikelnya sangat bermanfaat, semangat terus untuk kedepannya.

    BalasHapus

Posting Komentar