MUKJIZAT AL-QUR'AN (PRESPEKTIF ANGKA)
MAKALAH
STUDI AL-QUR’AN
MUKJIZAT AL-QUR’AN
(PERSPEKTIF ANGKA)
Disusun Oleh :
Siska Mihatul Hasanah
(B75219078)
Dosen :
Prof. Dr. KH. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Ati’ Nursyafa’ah M.KOM.I
ILMU KOMUNIKASI
UIN SUNAN AMPEL SURABAYA
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan
rahmat, taufik, serta hidayahnya kepada saya, sehingga saya bisa menyelesaikan
laporan makalah yang berjudul Mukjizat Al
Qur’an dalam Perspektif Angka.
Rasa terima kasih juga saya ucapkan kepada Dosen Pengampu dan
Asisten Dosen yan memberikan bimbingan sehingga makalah ini dapat tersusun.
Besar harapan saya, semoga makalah ini bisa diterima dan memberi
pengetahuan yang bermanfaat bagi yang membacanya, maupun penulisnya.
Karena keterbatasan pengetahuan yang saya miliki. saya mengharapkan
kritik dan saran yang membangun dari pembaca, agar saya bisa memperbaiki
makalah saya ini untuk menjadi lebih baik lagi.
Surabaya, 20
Agustus 2019
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................ii
BAB I
MUKJIZAT AL-QUR’AN....................................................................1
BAB II
A. Pengertian Mukjizat...................................................................2
B. Keseimbangan
Jumlah Kata......................................................3
1. Antonim dan Sinonim...............................................................6
2. Menunjuk Kepada Akibat.........................................................7
3. Bilangan Kata Pada Penyebab..................................................7
C. Keseimbangan Khusus................................................................8
D. Ayat Tentang
Kiblat dan Sholat..............................................10
BAB
III
KESIMPULAN....................................................................................19
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................21
BAB
I
MUKJIZAT
AL-QUR’AN
Manusia
seperti halnya dengan makhluk yang lain berada dalam pemeliharaan Allah sejak
kelahiran hingga kematiannya. Setiap makhluk dibimbing oleh suatu sistem khusus
menuju suatu tujuan yang telah di tentukan. Semua perbuatan buruk yang
dilakukan manusia ternyata bersumber dari manusianya sendiri yang mempunyai akal
dan kemampuan untuk membedakan yang baik dan yang buruk akibat egoisme,
kerakusan dan hawa nafsu. Oleh karena itu, Allah SWT mengajarkan perintah
perintah-Nya kepada hamba hamba pilihan melalui wahyu dan menugaskan mereka untuk
menindak lanjuti.
Bila dukungan
Allah kepada rasul terdahulu berbentuk ayat ayat kauniyah yang memukau
mata dan tidak ada jalan bagi akal untuk menentangnya. Pada masakejayaan ilmu
pengetahuan ini, berbentuk mukjizat ‘aqliyah, mukjizat yang bersifat rasional.
Mukjizat tersebut adalah Al Qur’an dengan segala ilmu dan pengetahuan yang
dikandungnya serta beritanya tentang masa lalu dan masa yang akan datang.[1]
BAB
II
A. Pengertian Mukjizat
Menurut bahasa kata mukjizat berasal
dari kata i’jaz yang terambil dari kata kerja a’jaza-yu’jizu yang berarti
melemahkan atau menjadikan tidak mampu. Sedangkan dalam KBBI ( Kamus Besar
Bahasa Indonesia ) mukjizat memiiki arti kejadian ( peristiwa ) ajaib yang
sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia. Dengan redaksi yang berbeda,
mukjizat didefinisikan pula sebagai
suatu yang luar biasa yang dipeliharakan pula sebagai suatu yang luar biasa
yang diperlihatkan Allah SWT melaluipara Nabi Dan Rasul-Nya sebagai bukti atas
kebesaran pengakuan kenabian dan kerasulnya.
Secara garis besar kemukjizatan Al
Qur’an memiliki beberapa perspektif, diantaranya : Perspektif Angka, perspektif
Bahasa, dan Perspektif isi.
Dalam buku Tekstualitas Al-Qur’an
terdapat kesimpulan bahwa:
“Tujuh
puluh ribu empat ratus lima puluh ilmu, sesuai dengan jumlah kata-kata
Al-Qur’an yang dikalikan empat. Sebagian uklama salaf mengatakan: setiap kata
mempunyai (makna) lahir, batin, ujung, dan permulamaan. Ini ketentuan umum
diluar struktur dan koherensinya. Dalam hal ini, hanya Allah ‘azza wa jalla saja
yang mengetahui jumlahnya.”[2]
Al Qur’an adalah sebuah mukjizat
yang berbeda dengan mukjizat-mukjizat para Rasul sebelum Rasulullah Muhammad
SAW, karena mukjizat para Rasul sebelumnya berakhir dengan wafatnya para Rasul,
sedangkan Al Qur’an adalah mukjizat yang kekal abadi untuk selamanya, tidak
akan musnah bersamaan dengan wafatnya seorang Rasul yang menerimanya,
sebagaimana Al Qur’an berisi kisah tentang keadaan (kondisi) para Rasul
terdahulu. Al Qur’an adalah mukjizat yang memberikan banyak peluang bagi akal
fikiran dan hati, dia juga memberi khitab kepada fitrah manusia sepanjang masa
dan tempat.
Berbicara tentang mukjizat Al Qur’an
tentunya tidak akan ada habisnya. Mulai dari gaya bahasanya, susunan kalimat,
hukum ilahi, ketelitian redaksinya, hingga berita tentang masalah ghaib.
Tentunya, mukjizat-mukjizat tersebut tentunya untuk membuktikan kepada manusia
bahwa Al Qur’an merupakan kitab yang berar.
B.
Keseimbangan
Jumlah Kata dengan Sinonimnya, Antonimnya, Kata dan Akibatnya
Al Qur’an adalah kitab yang sangat luar
biasa kitab yang diturunkan Allah SWT
kepada Nabi Muhammad ini memiliki banyak sekali keistimewaan yang tidak
dapat dibandingkan dengan kitab kitab terdahulu. Selain memiliki bahasa yang
indah, Al Qur’an juga memiliki jawaban dari setiap pertanyaan yang belum
terjawab sebelumnya. Didalamnya juga banyak terdapat fakta yang membuktikan
kebenaran akan hal yang sebelumnya masih kabu.
Jika kita membahas keunikan Al Qur’an
secara rinci, tentunya tidak akan ada kertas di dunia ini yang dapat
menampungnya. Selain itu Al Qur’an adalah kitab suci yang penuh dengan
keajaiban. Di dalamnya terdapat banyak informasi tentang ilmu pengetahuan yang
sampai berabad-abad beru bisa dikembangkan karena pemikian manusia dan alat
yang saat itu masih belum memadai. Hal ini tentu membuktikan bahwa Al Qur’an
bukanlah hal intelegasi manusia pada zaman itu.
Mukjizat bukan hanya umtuk melemahkan
kekuatan maupun kemampuan mereka, tetapi dimaksudkan agar mereka percaya
terhadap pesan dan ajaran yang dibawanya, dan percaya. Dengan begitu para
manusia mengerti, dan tidak ada alasan untuk tidak mengikuti ajarannya
Para ulama sangat kesulitandalam
membeberkan keseluruhan mukjizat yang ada di dalamnya. Oleh karena itu mereka
membagi menjadi beberapa bidang :
1. Berita
berita kebenaran di masa yang akan datang
2. Bidang
kesusatraan.
3. Bidang
tasyrie’ : penentuan hukum, sosial maupun jinayah (kesalahan)
4. Bidang
keilmuan[4]
Ayat
ayat Al Qur’an yang menjelaskan bahwa Al Qur’an adalah mukjizat :
وَقَالُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَات
مِنْ رَبِّهِ ۖ قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ
مُبِينٌ
Dan orang-orang kafir Mekah berkata: "Mengapa tidak
diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya
mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang
pemberi peringatan yang nyata".
( QS.Al-Ankabut[29]:50)
أَوَلَمْ
يَكْفِهِمْ أَنَّآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ۚ
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَىٰ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُون
(Dan apakah tidak cukup bagi mereka) apa yang mereka minta
itu (bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Alkitab) Alquran (sedangkan dia
dibacakan kepada mereka?) Alquran adalah mukjizat yang terus-menerus dan tiada
habis-habisnya, berbeda dengan mukjizat-mukjizat lainnya yang telah disebutkan
tadi. (Sesungguhnya dalam hal ini) yakni Alquran (terdapat rahmat dan
pelajaran) nasihat (bagi orang-orang yang beriman). ( QS.Al-'Ankabut [29]:51)
1. Keseimbangan jumlah kata dengan antonim dan
sinonimnya
Beberapa contoh antonim diantaranya :
a. Kata
“al-dunya” (dunia) dan “al-akhirah” (akhirat) disebutkan sebanyak
115 kali.
b. Kata
“ak-israf” (mubazir) dan “ al-sur’ah” (hemat) disebutkan sebanyak
23 kali.
c. Kata
“malaikat” (malaikat) dan “al-syayathin” (setan) disebut sebanyak
88 kali.
d. Kata
“al-sulthan” (kekuasaan) dan “al-nifaq” (pemberian) disebut
sebanyak 37 kali.
e. Kata
“al-harr” (panas) dan “al-harb” (dingin) disebut sebanyak 4 kali.
f. Kata
“al-hayat” (hidup) dan “al-maut” (mati) disebut sebanyak 145
kali.
g. Kata
“al-sayyiat” (dosa) dan “al-shalihat” (baik/sholeh) disebut
sebanyak 180 kali.[6]
h. Kata
“an-naf” (manfaat) dan “al-madharah” (mudarat) disebut sebanyak
50 kali.
i.
Kata “ash-shalihat”
(kebajikan) dan “as-sayyi’at” (keburukan) disebut sebanyak 167 kali.
j.
Kata “ath-Thuma’ninah”
(kelapangan/keterangan) dan “al-dhia” (kesempitan/kekesalan) disebutkan
sebanyak 13kali.
k. Kata
“ar-rahbah” (cems/takut) dan “ar-raghbah” (harap/ingin) disebutkan sebanyak
8 kali.
l.
Kata “al-kufr”
(kekufuran) dan “al-iman” (iman) dalam bentuk definite, disebutkan sebanyak 17
kali.
Beberapa contoh sinonimnya diantara :
a. Kata
“al-harts” (membajak) dan “ al-zira’ah” (bertani) disebut
sebanyak 14 kali.
b. Kata
“al-‘ushb” (membanggakan diri) dan “al-dhurur” (angkuh)
disebutkan sebanyak 27 kali.
c. Kata
“al qur’an” (al qur’an) “al wahyu” (wahyu) dan “al islam” (islam)
disebutkan sebanyak 70 kali.
d. Kata
“al-jahr” dan “al-‘alaniyah” (nyata) disebutkan sebanyak 16 kali.
2. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan
jumlah kata yang menunjukkan kepada akibatnya.
a. Kata
“Al-infaq” (infaq) dengan “ar-ridha” (kerelaan) masing-masing 73
kali
b. Kata
“al-bukhl” (kekikiran) dengan “al-hasarah” (penyesalan)
masing-masing 12 kali
c. Kata
“al-kafirun” (orang orang kafir) dengan “an-nar”/”al-ahraq”
(neraka/pembakaran) masing- masing 154 kali.
d. Kata
“az-zakah” (zakat/penyucian) dengan “al-barakat” (kebijakan yang
banyak) masing-masing 32 kali.
e. Kata
“al-fahisyah” (kekejian) dengan “al-ghadhb” (murka) masing-masing
26 kali.
3. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata
penyebabnya.
a. Kata
“al-israf” (pemborosan) dengan “as-sur’ah” (ketergesaan)
masing-masing 23 kali
b. Kata
“al-maq’izhah” (nasib/petuah) dengan “al-ihsan” (lidah)
masing;masing 25 kali.
c. Kata
“al-asra” (tawanan) dengan “al-harb” (perang) masing-masing 6 kali
d. Kata
“as-salam” (kedamaian) dengan “at-hayyibat”(kebijakan) masng-
masing 60 kali.
C.
Keseimbangan
Khusus: Yaum, Kiblat, dan Shalat
Selain
keseimbang antonimnya, sinonimnya, dan jumlah kata dengan akhibatnya didalam
Al-Qur’an juga ditemukan keseimbangan khusus. Keseimbangan inidiungkapkan dalam
1.
Kata “Yawm”
(hari)dalam bentuk tunggal sejumlah 365 kali, sebanyak hari-hari dalam setahun.
Sedangkan kata hari yang menunjuk kepada bentuk plurar (ayyam) atau dua
(yawmayni), jumlsh keseluruhannya hanya 30, sama dengan jumlah hari
dalam seblan. Disisi lain, katayang berarti “bulan” (syahr) hanya
terdapat dua belas kali, sama dengan jumlah bulan dalam setahun.
2.
Kata yang
menerangkan tentang kiblat dalam Al-Qur’an disebut sebanyak tujuh kali,
sebanyak jumlah thawaf dalam ibadah haji.
3.
Kata aqimu
yang diikuti kata shalat sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah
Raka’at sholat fardhu/wajib.[7]
D. Ayat-ayat di dalam Al-Qur’an yang menerangkan
tentang kiblat dan sholat:
Ayat-ayat
Al-Qur’an yang menerangkan tentang kiblat
۞ سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا
وَلَّاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا ۚ قُلْ لِلَّهِ
الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Orang-orang yang
kurang akalnya diantara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan
mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah
berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan
barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki Nya ke jalan yang
lurus". (QS.Al-Baqarah[02]:142)
قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي
السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ
الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ
وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ
رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah bnar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.(QS. Al-Baqarah [02]: 144)
Ayat ayat Al-Qur’an yang
menerangkan tentang sholat
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا
مَعَ الرَّاكِعِينَ
Dan dirikanlah shalat,
tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'. (QS.Al-Baqarah[2]:43)
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَبَصِيرٌ
Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.(QS.Al-Baqarah[02]:110)
أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا
وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ
يُرْجَعُونَ
Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.(QS.Ali Imran[3]:83)
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللَّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً ۚ وَقَالُوا رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَ لَوْلَا أَخَّرْتَنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ ۗ قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلً
ا
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.
(QS.An-Nisa’[4]:77)
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتً
Maka apabila kamu
telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk
dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka
dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah
fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.(QS.An-Nisa[4]:103)
وَأَنْ أَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَاتَّقُوهُ ۚ وَهُوَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Dan agar
mendirikan sembahyang serta bertakwa kepada-Nya". Dan Dialah Tuhan yang
kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.(QS.Al-An’am[6]:72)
وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ وَأَخِيهِ أَنْ تَبَوَّآ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
Dan Kami wahyukan
kepada Musa dan saudaranya: "Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di
Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu
tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang
yang beriman" (QS.Yunus[10]:87)
قَالُوا أَجِئْتَنَا لِتَلْفِتَنَا عَمَّا وَجَدْنَا
عَلَيْهِ آبَاءَنَا وَتَكُونَ لَكُمَا الْكِبْرِيَاءُ فِي الْأَرْضِ وَمَا نَحْنُ
لَكُمَا بِمُؤْمِنِينَ
Arab- Mereka berkata: "Apakah kamu datang kepada kami
untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami
mengerjakannya, dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi? Kami
tidak akan mempercayai kamu berdua".(QS.Yunus[10]:78)
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
Dirikanlah shalat dari
sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat)
subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).(QS.Al-isra’[17]:78)
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
Sesungguhnya Aku
ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan
dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.(QS.Ta Ha[20]:14)
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا
الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Dan dirikanlah sembahyang,
tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.(QS.An-Nur[24]:56)
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS.Al-Ankabut[29]:45)
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS.Al-Ankabut[29]:45)
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ
حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ
لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا
يَعْلَمُونَ
Maka hadapkanlah wajahmu
dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan
manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah)
agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,(QS.Ar-Rum[30]:30).
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Dan janganlah kamu
memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di
muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
sombong lagi membanggakandiri.(QS.Luqman[31]:18)
أَأَشْفَقْتُمْ أَنْ تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيْ نَجْوَاكُمْ صَدَقَاتٍ ۚ فَإِذْ لَمْ تَفْعَلُوا وَتَابَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena
kamu memberikan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika
kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka
dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan
Allah Maha Mengetahui apa yangkamukerjakan.(QS.Al-Mujadillah[58]:13)
إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِنْ
ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ ۚ
وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتَابَ
عَلَيْكُمْ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ ۚ عَلِمَ أَنْ سَيَكُونُ
مِنْكُمْ مَرْضَىٰ ۙ وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِنْ
فَضْلِ اللَّهِ ۙ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ فَاقْرَءُوا مَا
تَيَسَّرَ مِنْهُ ۚ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا
اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ
تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا ۚ وَاسْتَغْفِرُوا
اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Sesungguhnya
Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga
malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan
dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan
siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan
batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu
bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di
antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi
mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di
jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah
sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman
yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu
memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang
paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS.Al-Muzammil[73]:20)
BAB III
KESIMPULAN
Dalam
tulisan ini hanya memuat fakta umum yang membuktikan mukjizat Al Qur’an dalam
perspektif angka, dalam tulisan ini sengaja tidak memuat fakta yang lebih
kompleks karena untuk memudahkan pemahaman bagi orang yang belum begitu
memahami seluk beluk Al Qur’an secara rinci.
Namun dari pernyataan
pernyataan yang sudah saya jabarkan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa,
mukjizat Al Qur’an tidak hanya ada dalam keindahan bahasa dan isi kandungannya
saja. Namun, juga memiliki mukjizatdalam perspektif angkayang dapat mengagumkan
dan menarik untuk diteliti lebih lanjut. Tentunya sudah banyak buku yang
menjelaskan tentang keistimewaan Al Qur’an dan sudah banyak orang yang
berbondong bondong meneliti Al Qur’an. Hingga kita bisa mengetahui
rahasia-rahasia unik dibalik sistematika Al Qur’an.
Oleh karena itu,
kita sebagai muslim seharusnya tidak cukup apabila hanya membaca Al Qur’an
tanpa mempelajari isi dan kandungan ayat didalamnya. Ada banyak pelajaran di
dalam Al Qur’an yang dapat kita jadikan pedoman hidup. Selain itu, dengan
memahami isi Al Qur’an kita dapat ikut menjaga kemurniannya. Seharusnya kita
malu dengan orang-orang non muslim yang mempunyai keinginan mempelajari Al
Qur’an secara mendalam, meskipun mereka mempelajari Al Qur’an hanya untuk
mencari celah untuk menjatuhkan umat muslim.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qattan, Manna Khalil. Study Ilmu Ilmu Qur’an. Bogor: Litera AntarNusa, 2026.
An-Najdi, Abu Zahra’. Al-Quran dan Rahasia Angka Angka. Bandung: Pustaka
Hidayah,1990.
Anwar, Rosihon. Ulum Al-Qur’an. Bandung: CV Pustaka Setia, 2017.
Hamid, Shalahuddin. Study Ulumul Quran. Jakarta Timur: PT Intermedia Ciptanusantara
UINSA Prees. Study Al-Qur’an. Surabaya: SAP, 2014.
Zaid, Nasr HamidAbu. Tekstualitas
Al-Qur’an. Yogyakarta: IRCiSoD,
2016.
[1] Manna’ Khalil
Al-Qattan, Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, Bogor, Litera AntarNusa, 2016, cet. ke-3, 370
[2] Nasr Hamid Abu
Zaid, Tekstualitas Al-Qur’an, Yogyakarta: IRCiSoD, 2016 , cet. Ke1, hlm 46
[3] Achmad Zuhdi
dkk, Studi Al-Qur’an, Surabaya: UIN
Sunan Ampel Press,2014, cet. Ke4, hlm 107
[4]
Shalahuddin Hamid, Study Ulumul Qur’an, Jakarta Timur, PT Intermedia Ciptanusantara,
Cet. 141, hlm 170-171
[5] Abu Zahra’
An-Najdi, Al-Quran dan Rahasia Angka Angka, Bandung, Pustaka Hidayah,
1990, Cet. Ke 1, hlm 18
[6] Abu Zahra’
An-Najdi, Al-Quran dan Rahasia Angka Angka , Bandung, Pustaka Hidayah,
1990, Cet. Ke 1, hlm 69-70
[7] Rosihon Anwar,
Ulumul Al-Quran, Bandung, CV Pustaka Setia, 2017, cet. ke7, hlm 196-197
materinya sangat bermanfaat terimakasih kak.
BalasHapusMasya allah, makasih banyak ya telah membagi ilmu kepada kita para pembaca. semoga bermanfaat :)🌈
BalasHapusMasya allah, makasih banyak ya telah membagi ilmu kepada kita para pembaca. semoga bermanfaat :)🌈
BalasHapusAlhamdulillah dapat ilmu dan pengetahuan baru semoga bisa bermanfaat bagi semuanya aminn semangat yorobun.. :)
BalasHapusAlhamdulillah dapat ilmu yang bermanfaat.terima kasih atas materi nya ....
BalasHapusAlhamdulillah, terimakasih sudah sharing ilmunya semoga bermanfaat bagi pembaca
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusGreat post! Makalah ini sangat bagus dan menarik, semoga bermanfaat bagi penulis dan pembacanya insya Allah. Terimakasih
BalasHapusSubhanaullah terimakasih
BalasHapusmashaallah, dengan makalah ini saya dapat memahami dengan jelas tentang mukjizat al quran
BalasHapussubhanallah sangattt bermanfaat bagi sayaaa semogaa kedepannya lebih baik lagi aamiin aamiin aamiin
BalasHapusBarakallah...terima kasih atas ilmunya ..sangat bermanfaat..semoga bisa memgunggah materi yang lain
BalasHapusTerimakasih telah dibuat kan artikel ini, sangat membantu sekali. dan bahasa yang digunakan dalam artikel ini mudah dipahami. makasi lagi :D
BalasHapusalhamdulillah sangat baik dan tentunya sangat bermanfaat bagi para pembaca
BalasHapusTerimakasih sudah berbagi ilmu :)))
BalasHapusAlhamdulillah, InsyaAllah dapat menambah ilmu bagi pembaca, semoga dapat bermanfaat juga
BalasHapusTerimakasih atas ilmu yang diberikan semoga membawa manfaat sering sering post lgi ya kak, ditunggu next postnya :))))
BalasHapusTerimalasih ilmunya kaka
BalasHapusMakalanya cukup baik dan semoga makala ini bermanfaat bagi saya dan orang lain amin
BalasHapusSangat membantu sekali, Makasih sudah berbagi~~
BalasHapusAlhamdulillah tulisannya mudah dipahami, dan bisa jadi bahan belajar saya, terimakasih:)
BalasHapusSubhanallah...
BalasHapusSangat memberikan tambahan ilmu untuk saya .
Hehehehe btw sedikit tambahan dari saya ada yang typo...
Semoga sering memberikan banyak ilmu lagi.
Terimakasih ya ....
Makasiih yaa materinya, sangat membantu sekali untuk mengerjakan tugas saya.
BalasHapusmasyaallah sangat membantu , banyak pelajaran baru yg bisa saya peroleh dari makalah tersebut, terima kasih.
BalasHapusmakasih sudah sharing ilmunya, semoga bermanfaat :)
BalasHapusTerimakasih, ini sangat membantu wawasan pengetahuan saya:)
BalasHapusAlhamdulillah sangat membantu materinya,dan semoga bermanfaat bagi yang lainya.
BalasHapusAlhamdulillah sangat membantu dan cukup bagus semoga bermanfaat untuk semua
BalasHapusLuar biasa, Alhamdulillah dapat tambahan ilmu yg luar biasa. Buat bahan pembelajaran juga mantap. Terimakasih kakak. .
BalasHapusHebatt,, kata-katanya Sangat baik dan mudah dipahami semoga berkah
BalasHapusSudah bagus tapi perlu dibenahi lagi. Daftar Pustaka, penyusunan penulisan arti sebuah ayat, footnote
BalasHapusKoreksi dikit.
BalasHapusBuat rulernya ada yg ngga tepat, kemudian kelihatan banget kalo kamu kopas..
Yahh sangat bermanfaat juga materinya.
Mohon maaf tetapi saya tidak kopas ya saya mencari referensi dari buku tersebut
HapusTetapi terima kasih atas kritik dan sarannya
HapusUntuk masalah referensi memang materi ini susah mendapatkan referensi:)
HapusSangat bermanfaat sekali materinya, semoga ilmu yang disampaikan menjadi العلم مفيد في الدنيا والاخرة( ilmu yang bermanfaat di dunia dan akhirat)
BalasHapusIlmunya sangat bermanfaat bagi siapa saja yang membaca makalah tsb
BalasHapusMasyaAllah makalahnya sangat bagus, mudah dipahami, dapat menambah wawasan para pembaca
BalasHapusTerimakasih yaa sudah mau berbagi ilmu, bahasanya mudah dipahami dan ringan sekali
BalasHapussangat bermanfaat sekali
BalasHapusAlhamdulillah bertmbah ilmu saya dan semoga ilmu yang kamu share bermabfaat bagi orang lain juga yaa trimakasii ♥
BalasHapusAlhamdulillah bertambah ilmu saya semoga bermanfaat bagi semua orang terima kssih ya
BalasHapusAlhamdulillah semoga informasi yg saudara sampaikan dapat menjadi manfaat bagi orang banyak
BalasHapusSubhanallah, dari karya Anda, Saya mendapatkan tambahan ilmu yang berharga
BalasHapusAlhamdulillah, semoga ilmunya barokah dan bermanfaat bagi orang lain juga🙏
BalasHapusجيد جدا :) .... نأمل أن تلد أعمال مكتوبة جيدة وحقيقية. انتظار الورقة التالية
BalasHapusMasyaallah semoga ilmunya bisa bermanfaat buat orang lain aamiin
BalasHapusMasyaAllah semoga menjadi sesuatu yang bermanfaat
BalasHapusMa syaa allah, terima kasih telah membagi ilmu & pengetahuan tentang mukjizat al quran kepada pembaca sekalian, semoga bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah ilmunya semoga bermanfaat bagi yang lainnya
BalasHapusmasyaAllah, terima kasih sudah membagikan ilmunya semoga bermanfaat bagi kita semua
BalasHapusTerima kasih Kaka sharing nya 🤗
BalasHapusAlhamdulillah, makasih kak , semoga ilmunya bermanfaat, serta diberi keberkahan ilmunya
BalasHapusSebelumnya terimakasih, semoga ilmu ini bisa bermanfaat bagi kita semua yang membacanya.
BalasHapusMemberikan ilmu yang sangat menarik, sangat bagus. Menambah wawasan tentang ilmu Al-Qur'an💜💜
BalasHapusTerima kasih, menambah ilmu baru dan semoga bermanfaat ilmunya bagi yang lainnya juga
BalasHapusSangat membantu sekali
BalasHapusMateri nya membantu dan sangat bermanfaat
BalasHapusArtikel yang bermanfaat sekali
BalasHapusMasyaAllah, semoga menjadi ladang pahala bagi penulis karena telah membagi ilmunya melalui artikel ini. Aamiin
BalasHapusMahasih kak atas ilmunya..aq jadi lebih paham lagi tentang mukjizat al qur'an..
BalasHapusMahasih kak atas ilmunya..aq jadi lebih paham lagi tentang mukjizat al qur'an..
BalasHapusآمل أن يكون المقال مفيدًا ، وآمل أن يكون أولئك الذين يقرأون قد حصلوا على المعرفة ، قد وصلوا إلى المقالة المثالية
BalasHapus
BalasHapusآمل أن يكون المقال مفيدًا ، وآمل أن يكون أولئك الذين يقرأون قد حصلوا على المعرفة ، قد وصلوا إلى المقالة المثالية
sangat bermanfaat, terimakasih sudah membagikan ilmunya kak, smoga berkah untuk kita semua
BalasHapusSangat bermanfaat bagi pembaca, ditunggu karya selanjutnya, sukses selalu kak
BalasHapusMasyaallah, Alhamdulillah makasih kak telah menuliskan artikel ini, aku jadi ngerti mu'jizat Al Qur'an. Sehat selalu kak.
BalasHapussangat bermanfaat, terima kasih banyak mbak siska
BalasHapusAlhamdulillah dengan ini dapat menambah wawasan dan memperdalam ilmu terimakasih
BalasHapusAlhamdulillah sangat bermanfaat
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat, semangat terus untuk kedepannya.
BalasHapus